Jumat, 29 Januari 2016

Tata Surya -3

Dewasa ini, kata 'intermezzo' banyak dipakai, yah?
Sepertinya sedang tren atau sesuatu.
Dan sepertinya harus digunakan kalau ingin tenar.

Ya, saya kini semustinya dalam kelas. Namun tidak mungkin ada kelas yang hanya satu bangku, satu kursi, dalam ruangan putih nan kosong. Tidak mungkin.

Tapi keberadaan entitas di hadapanku ini menjelaskan segalanya.




Ya, ini adalah sebuah intermezzo.



















"Oy oy oy, kamu lupa?"

Lupa apa?

"Warna rahasia Mega."

!? Mega yang ini!?

"Ya, harus yang ini."

Warna rahasia bawahnya!?

"Bebas, atas atau bawah."

Harus?

"Harus."

Sekarang juga?

"Setidaknya sebelum malam ini."

Bagaimana kalau tidak?

"Ya, terserah."

Eh?

"Sudah menjadi pilihanmu untuk mengikuti perintahku. Juga pilihanmu untuk tidak."

Jadi?

"Begini, kalau kau tidak bisa menjawab pertanyaanku, besok harimu tanpaku."

Eh? Bukankah itu lumayan menguntungkan?

"Ya, kalau kau tidak ada pertanyaan untuk yang maha mengetahui ini."

Ah.

"Nah loh, baru ingat."
"Baiklah, sebaiknya kau cepat bangun."

?

"Kamu lupa lagi? Kamu sedang di dalam kelas!"

Eh? Ah!?

"Bye."

"Tunggu!"

Aku terbangun. Tangan kanan terangkat, seperti berusaha meraih.
Guru, murid, semua menatapiku.

"Tunggu apa, Surya?" Tanya pak guru itu.

Aaaah. Yang barusan itu, siapapun itu, tolong aku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ayo, mohon bantu memupuk rasa percaya diri sang admin.
Anon, siapapun anda, saya akan menerima pesan apapun dari anda.