
-amberclover-deviantart-
Selamat pagi bandung. Pagi ini terbuat dari keramaian konvensional dan bangku kelas. Mari lupakan segala masalah.
"Jangan lupa, ya!"
Ah, suara ini.
Perkenalkan. Perempuan dari bangku di samping. Mega.
"Hm? Kenapa terlihat kecewa?"
"Ya, siapa yang tidak kecewa kalau harinya dimulai dengan wajahmu."
"Anjir, kejam."
"Ya kecewa kalau sedekat ini namun bukan milikku."
"Anjaaaay."
"Ngomong-ngomong, jangan lupa apa?"
"Ya elah, lupa kan? Tong kosong nyaring bunyinya kan? Kamu ingat jumat lalu?"
Jumat lalu? Diriku terbangun seperti biasa, hampir telat. Makan roti sembari berlari. Berhasil menghindari pelari lain di sebuah tikungan. Sol rusak tergesek ketika masuk, mungkin karena sleding. Langsung ke koperasi, langsung dilempar sekaleng lem, seperti biasa. Berhasil masuk kelas. Tertidur di jam ketiga. Spidol, sakit. Tidur lagi, spidol lagi. Bel istirahat pertama. Lem kuning untuk sepatu. Rumor murid baru... oh, taruhan.
"Ingat? Kutaruh cewek, kau taruh cowok. Katsu lantai dua?"
Aku ingat dengan jumat itu. Aku bertaruh murid baru itu lelaki, karena kejadian pagi. Ketika berlari dengan roti di mulut, aku hampir menabrak seseorang di tikungan jalan. Dan orang itu... seorang perempuan.
Akan terlalu klise timur kalau murid pindahannya adalah orang yang sama. Jadi kutaruh lelaki.
Dan bel pun akhirnya berbunyi. Indonesia raya dirayakan. Hanya sedikit yang merayakan, namun kedatangan guru telah membangkitkan semangat mereka yang tidak merayakan.
Lagu selesai. Ka-em menyiapkan. Murid menyalami. Guru membalas. Dan dimulailah jam pelajaran pertama dari es-em-a pilihanku.
"Hari ini kita menyambut murid baru kita. Jangan lupa yang bapak sampaikan di fb semalam ya."
"Silahkan masuk."
...
.....
Sial.
Terkutuklah klise timur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ayo, mohon bantu memupuk rasa percaya diri sang admin.
Anon, siapapun anda, saya akan menerima pesan apapun dari anda.