Teratur yang dimaksud adalah dengan frekuensi gelombang tertentu, yang dapat diterima oleh retina. Dan dalam jumlah yang amat besar, rangkaian tersebut menjadi apa yang disebut dengan gambar. Tentu lebih keren lagi kalau gambar tersebut bergerak dan menjadi animasi.
Ya, televisi.
Itu yang ada dalam sebuah ruang keluarga bersama dengan seorang pria bernama Antares.
Antares ini adalah seorang lelaki yang kebetulan dilahirkan sebelum Surya dan kebetulan dengan orangtua yang sama. Ya, Antares bukanlah ayah dari Surya. Dan kini Antares tengah menyaksikan suatu acara yang sering disebut 'berita lokal'.
"Hingga kini, 14 orang sudah dinyatakan menghilang dan polisi masih belum menemukan petunjuk."
Ya, itulah suara sang pembaca berita yang terdengar oleh Antares dan segelas kesegaran dalam genggamannya.
Tapi kisah di atas bukanlah apa yang ingin kuceritakan. Yang ingin kuceritakan adalah tentang Surya yang sudah tertidur itu.
Dan kini yang dilihatnya itu, bukan planet biru yang sudah dilihatnya kemarin. Tapi dia tidak menyadari planet biru yang ini berbeda, maklum bukan penggemar astronomi.
Yang sama dengan yang dilihatnya kemarin hanyalah entitas yang kini didepannya itu.
Ya, aku.
"Surya, oh Surya. Maka jawabanmu adalah?"
"Biru toska."
"Ting-tong! Benar! "
"Sengaja?"
"Yap. Jangan lupa, tinggal dua."
"Sial."
"Memang-memang." :)
"Jadi... kenapa dia memberitahukan aku itu?"
"Karena dia menyukaimu."
"Tapi kenapa dia tidak pernah menerimaku? Kenapa setiap unkapanku akan selalu dibalasnya dengan tidak?"
"Ya itu karena dia tidak bisa."
"Kenapa?"
"Eits, sudah tiga, giliranku."
"Dan sekarang pertanyaan yang serius."
"Cih."
"Ehem. Jadi.. apakah aku baik, atau jahat?"
"Hah?"
"Sampai jumpa."
'Ctek'
..Ah, dan kini aku kembali menunggu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ayo, mohon bantu memupuk rasa percaya diri sang admin.
Anon, siapapun anda, saya akan menerima pesan apapun dari anda.