Senin, 15 Februari 2016

Antologi Belati

Dengan Belati ini


Kuharap, aku bisa menyentuh hatimu
membuka pikiranmu
meyakinkanmu bahwa, 
kau ada di dalam hatiku



Bagai belati


Indah rona wajahmu,
Tawamu yang tak bisa lagi kudengar,
Senyummu yang kini abadi,
mengingatkanku pada warna itu

yang menghiasi dirimu dan milikku.



Darah itu merah


Dengan membawa belati, aku menghampirimu
Menyapamu dengan senyum
Berbincang dengan dirimu

dan berpisah dengan salam


Belati tetap bersamaku.
(Apa? Mengharapkan pembunuhan?)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ayo, mohon bantu memupuk rasa percaya diri sang admin.
Anon, siapapun anda, saya akan menerima pesan apapun dari anda.